When a modification is decided upon through careful flow testing with an air flow bench, the original port wall material can be carefully reshaped by hand with die grinders or by numerically-controlled milling machines. For major modifications the ports must be welded up or similarly built up to add material where none existed.
"This illustration shows the difference between a poor performing port and an excellent design after porting modification. The difference between the two show the general idea of improving port flow. Higher and straighter is better for peak power.
The modification shown is commonly referred to "increasing the downdraft angle", and is limited by mechanical constraints such as engine bay height, the amount of material in the parent casting, or the relocation of valve gear to accommodate the longer valve stem. Modifications this extreme are rarely done,
Ada apa ini dan apa ada ini hheheheheh masih lintas obrak abrik engine four stroke neh kali ini kita membahas tentang gas flow yang berkerja pada ruang inlet cylinder head nah banyak orng bertanya2 dan tidak banyak juga orng yg bertanya loh kok di bolak balik kata2 heheheh yo wes ben klo kata wong jowo karna meraka yang tidak bertanya sudah pasti lebih dllu baca soal beginian,jadi mereka gak perlu tanya lagi karna mereka so pasti lebih paham,untuk urusan porting polish,,,,,!!
Para enginering trus mencari gas flow yang terbaik untuk pacuan motor balap kesayangan nya dan banyak nya enginer"s2 meriset sedemikian rupa2 port tersebut ada yang msh bermain di lintas STD (tak terlalu jauh dari standart nya ) dan ada pula yang sangat xtreme (menggeser lubang inlet ) sehingga menemukan
(increasing the downdraft angle) oleh karna itu banyak para ahli dalam urusan porting mengejar peak power lewat modification sebagai keterangan di atas tapi gk smua loh,
Di karna kan meraka terlalu fokus pada urusan lain bisa di katakan hanya terpaku pada component lain smacam camshaft dll,padahal klo di maksimal kan gas flow itu lebih berpengaruh untuk transfer kabut yang di hasil kan oleh carburator,nah kan sayang klo yg lain sudah maksimal trus flow nya di abaikan,jdi persentase nya jadi gk seimbang contoh sebagai berikut,
1. Expansion exiting valve to cylinder 31%
2. Expansion, 30° (bowl) 19%
3. Short turn radius bend 17%
4. Expansion, 25° (valve seat entry) 12%
5. Bend at valve guide 11%
6. Expansion behind valve guide 4%
7. Wall friction 4% * (For sand cast surfaces. This falls to 3% for smooth surfaces)
8. Contraction at push rod 2%
Total = 100% [2]
Nah rugi banyak kan klo kita hitung secara logika,
Mari kita mulai dari Diameter klep yang anda pakai, biasa nya pabrikan standart hanya membuat Diameter lobang inlet dan exs kisaran 70% dari diameters klep
Cara gampang nya sebagai berikut
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
80% dari Diameters klep =hasil lobang inlet dan outlet
Oke brow sekian dllu smoga bermanfaat hasil yang kita baca ini thanks atas waktu nya mohon maaf apa bila dalam tulisan nya kurang atau lebih nya sekali lagi saya minta maaf di karna kan saya hanya manusia yang tak luput akan kesalahan,wasalammmm salam bikerrrrrr<<<<<<
Tidak ada komentar:
Posting Komentar